Pertemuan antara Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) dengan Facebook dilaksanakan secara tertutup, namun dalam pertemuan itu tidak membahas tentang pajak perusahaan melainkan membahas tentang penyebaran berita hoax yang dimana beberapa tahun terakhir sudah marak terjadi penyebar lausan berita hoax yang menimbulkam perselisihan.

Selain tentang membahas berita hoax, menurut Semuel Abrijani selaku Dirjen Aplikasi Informatika (Aptika) Kemenkominfo juga memnahas tentang bagaiman meningkatkan layanan kepada masyarakat dan memenuhi peraturan di Indonesia.

Hasil dari pertemuan kedua pihak tersebut, telah ada dua kesepakatan yakni Facebook berkomitmen untuk meningkatkan layanan servis level agreement dengan mempercepat proses take down konten yang mengandung isi negatif. Dan kesepakatan kedua adalah dengan menggelar program edukasi dan literasi yang akan menargetkan komunitas dan perguruan tinggi di Indonesia melalui Facebook Jurnalistik, salah satu dari isi program tersebut yaitu dengan melatih menulis berdasarkan kaidah jurnalistik.

Setelah bertemu dengan perwakilan Facebook, Kemenkominfo direncakan akan bertemu dengan perwakilan Twitter di Indonesia pada 20 Februari 2017. Dan menurut Semuel Abrijani pembahasan dengan pihak Twitter nanti kurang lebih sama dengan pembahasannya dengan Facebook.

Sudah kita ketahui bahwa tahun ini, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) sedang gencar-gencarnya menyerukan tentang pemberantasan berita hoax di Indonesia.

Advertisements